Dari Hudzaifah bin al-Yaman ra, dia berkata : “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda :
“Berbagai fitnah akan dibentangkan kepada hati seperti anyaman tikar, satu benang demi satu benang. Mana-mana hati yang berhasil dirasuki fitnah itu, maka ia akan meninggalkan titik hitam. Manakala hati yang berhasil menolaknya, maka ia akan meninggalkan titik putih. Sehingga hati itu terbelah dua, hati putih seperti batu karang, yang tidak akan goyah oleh fitnah apapun selama langit dan bumi masih tegak. Sedangkan yang lainnya hati hitam seperti warna yang sangat putih terletak dalam warna hitam, ia seperti kuali terbalik, ia tidak mengenal kema’rufan dan tidak pula menolak kemungkaran, kecuali apa-apa yang bersesuaian dengan keinginan hawa nafsunya.”
(Riwayat Muslim)
Boleh jadi hati memiliki kesediaan menerima fitnah, akan tetapi pada keadaan lapang dan nyaman, ia tidak terlihat, sedangkan ketika masalah-masalah syubhat menyertainya dan goncangan lain ikut pula menerpanya, maka fitnah kesesatan tersebut akan terbuka dan terlihat masuk pada dirinya.
Para ulama mengumpamakan hal ini dengan seorang yang berpenyakit dada. Bila cuaca sedang jernih dan baik, maka pernafasannya lancar dan bagus. Namun apabila angin datang seraya menghembuskan debu, maka dia akan terengah-engah. Nafasnya sesak, seakan-akan tercekik.
Atau keadaannya seperti kolam yang tenang airnya sedangkan dasarnya terdapat endapan lumpur, lalu dilemparkan sebuah batu kecil ke dalamnya, maka kalom itu akan terlihat keruh, padahal anda mengiranya bersih.
Sedangkan kolam yang benar-benar bersih, bila ada batu yang dilemparkan ke dalamnya akan membuat kolam itu terlihat semakin indah, kerana akan menimbulkan gelembung-gelembung bulat seperti bayangan dahan-dahan hijau.
Perhatikanlah pengaruh batu fitnah yang jatuh ke dalam hati. Ia telah mencorakkannya. Janganlah anda tertipu oleh permukaan air tenang yang mengelabui. Janganlah anda menolak gambaran orang yang terkena fitnah bagaikan kuali terbalik. Kerana betapa banyak orang yang pada mulanya baik namun akhirnya mati dalam keadaan meninggalkan solat.
No comments:
Post a Comment